aku tersadar...
ternyata aku telah salah mengartikan katamu
yang ternyata hanya senda gurau
yang sangat mudah hilang di hembus angin
aku yang kini merasa tersakiti,
harus ikhlas mndengar dirimu telah merajuk kasih denganya
sekarang bisa apa aku?
tak mungkin aku terus penuhi fikiranku dengan angan tentangmu
betapa bodohnya aku
yang larut atas kata-katamu
yang manis dan amat sangat membuatku
tak bisa berkat-kata
begitu mudahnya kata indah itu terucap
dan begitu mudah pula kata indah
berubah menjadi pedang tajam
dan menusuk sumsum sukmaku
kini aku mulai sadar
mungkin aku bukan untukmu
begitupun kamujuga bukan untuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar